BADUNG (22/02/2018) – Bea Cukai Ngurah Rai kembali berhasil menghentikan dua upaya penyelundupan sediaan narkoba dan psikotropika oleh dua orang penumpang berkewarganegaraan asing yang menggunakan maskapai penerbangan yang berbeda namun dengan tujuan yang sama, yakni Denpasar. Kedua upaya penyelundupan barang terlarang tersebut menggunakan modus yang sama, yakni concealment atau upaya penyembunyian, yang digagalkan dalam pekan terakhir di bulan Januari. “Terdapat dua kali penindakan yang kami lakukan di pekan terakhir pada bulan Januari 2018 pada tanggal yang berbeda. Dari masing-masing penindakan tersebut ditemukan adanya upaya penyelundupan sediaan narkoba dan psikotropika yang disembunyikan dalam barang bawaan penumpang dengan beberapa modus penyembunyian.” ungkap Himawan Indarjono, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ngurah Rai didampingi oleh Husni Syaiful, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT.  
Badung, 28 April 2017 Bea & Cukai Ngurah Rai turut berpartisipasi dalam Pameran Roadshow Bali ITT Expo 2017 yang dilaksanakan di Lippo Mall Kuta. Pameran tersebut merupakan Pameran Skala Nasional di bidang Investasi, Perdagangan, Pariwisata & Produk Unggulan Daerah. Bea & Cukai Ngurah Rai turut memeriahkan dengan penampilan ENCOUSTIC BAND, Demo Dog Handler Customs K9, dan Lomba mewarnai tingkat SD 1-6. Acara tersebut disambut antusias yang tinggi dari banyak pengunjung, terlihat dari banyaknya pengunjung yang turut hadir berpartsipasi dan ikut memeriahkan. Bea & Cukai Ngurah Rai juga membuka stand informasi di pameran tersebut selama 4 hari, sejak tgl 27-30 April 2017. Diharapkan dengan keikutsertaan dalam pameran ini, dapat memperkenalkan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang Bea & Cukai.
Badung, 19 April 2017 – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai pada hari Rabu tanggal 19 April 2017 mengadakan kegiatan pemusnahan 468 (Empat ratus enam puluh delapan) pcs Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN) di halaman kantor KPPBC TMP Ngurah Rai dengan taksiran nilai sebesar Rp 293.500.000 (Dua ratus sembilan puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah).   Barang-barang tersebut berasal dari barang yang ditegah oleh Pegawai Bea Cukai atas barang bawaan penumpang dan barang kiriman yang merupakan barang yang dilarang maupun dibatasi untuk diimpor sebanyak 321 pcs, serta barang impor melalui kargo yang tidak diurus oleh importir/pemilik barang melebihi jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebanyak 147 pcs. Barang yang dimusnahkan antara lain: alat kesehatan (16 pcs), peralatan elektronik (37 pcs), produk garmen dan aksesoris (134 pcs), kosmetik (32 pcs), obat-obatan dan suplemen (60 pcs), produk cetakan/majalah dan sejenisnya (36 pcs),…