Badung, 04Januari 2017–Petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai sejak malam pergantian tahun hingga saat ini berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang yang diduga sediaan narkotika jenis Shabu (Methamphetamine), Kokain, Ekstasi (MDMA) dengan berat total 600,34 gram bruto dibawa olehempat penumpang Warga Negara Indonesia yang diketahui bernama SUPHAN (34), RIZKA AFRILLIA (33), SAMUEL EDWARD (31), dan NAIMAN (37).

KEJADIAN I

SUPHAN kedapatan membawa 1 (satu) bungkusan plastik bening berisi kristal bening diduga sebagai sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan berat 506 (lima ratus enam) gram brutto beserta kemasan pembungkus yang disembunyikan di dalam kemasan aluminium foil di dalam kotak dilapisi lakban dan aluminium foil serta 1 (satu) bungkusan plastik berisi total38 (tiga puluh delapan) butir tablet berwarna merah muda, hijau, krem, dan krem kemerahan diduga sebagai sediaan narkotika jenis MDMA dengan berat total 13,86 (tiga belas koma delapan puluh enam) gram netto yang disembunyikan di dalam kemasan plastik berwarna biru bergambar panda di dalam kotak dilapisi lakban dan aluminium foil. Penumpang tiba dengan pesawat Malaysia Airlines MH 0853 rute Kuala Lumpur – Denpasar pada hari Sabtu tanggal 31 Desember 2017 sekitar pukul 20.00 WITA.

KEJADIAN II

RIZKA AFRILLIA kedapatan menyembunyikan total 5 plastik klip berisi bubuk putih yang diduga kokain dengan berat bruto 4,85 gram di dalam bra bagian kiri serta 13 tablet diduga MDMA dengan berat 4,59 gram bruto di bra bagian kanan setelah petugas Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan badan. Sedangkan SAMUEL EDWARD kedapatan menyembunyikan 1 plastik klip berisi Kristal bening diduga sebagai sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan berat 0,84 (nol koma delapan puluh empat) gram brutto yang disembunyikan di dalam celana dalam. Kedua Penumpang tersebut tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan pesawat Air Asia rute Don Mueang – Denpasar Bali dengan nomor penerbangan QZ521 pada hari Senin tanggal 02 Januari 2017 sekitar pukul 20.00 WITA.

KEJADIAN III

NAIMAN kedapatan membawa 1 (satu) bungkusan plastik bening dilapisi karet berwarna kuning dan merah muda berisi kristal bening diduga sebagai sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan berat 70,20 (tujuh puluh koma dua puluh) gram brutto yang disembunyikan di dalam anusberdasarkan hasil Rontgen. Penumpang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan pesawat Air Asia AK378 rute Kuala Lumpur – Denpasar Bali pada hari selasa tanggal 03 Januari 2017 pukul 20.00 WITA.

Serangkaian pemeriksaan telah dilaksanakan oleh Petugas Bea dan Cukai kepada keempat penumpang tersebut mulai dari pemeriksaan barang bawaan penumpang dengan X-Ray dan Ion Scan, serta pemeriksaan mendalam dengan wawancara dan pemeriksaan badan (Body Search). Semuanya berawal dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai terhadap keempat penumpang tersebut saat memasuki area pemeriksaaan Bea dan Cukai.

Atas perbuatannya, keempat penumpang tersebut diduga melanggar pasal 113 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah). Selain itu, tindakan tersebut juga diduga melanggar pasal 102 huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah). Tersangka berikut barang bukti kemudian diserahterimakan kepada pihak Polda dan BNN guna proses penyidikan lebih lanjut.

Untuk diketahui bahwa Bea & Cukai Ngurah Rai dalam dua tahun terakhir sejak tahun 2015 hingga sekarang telahmelakukan penindakan sebanyak 22 kasus penyelundupan narkotika dengan total barang bukti sebesar 6,039 kilogram narkotika. Penindakan tersebut sebagai wujud komitmen Bea & Cukai dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika, psikotropika dan prekursor.

1

2

3

4