Denpasar, 23 Februari 2017– Bea dan Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang diduga sediaan methaphetamine dengan berat total 1,154 kilogram bruto yang dibawa oleh penumpang OSM (27) berkebangsaan Afrika Selatan. 

1 

Penumpang tersebut kedapatan membawa 2 (dua) bungkusan plastik bening dilapisi lakban berwarna cokelat berisi kristal bening diduga sebagai sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan berat masing-masing 416 (empat ratus enam belas) gram bruto dan 414 (empat ratus empat belas) gram bruto yang disembunyikan pada bagian perut di dalam korset celana yang sedang digunakan, dan 1 (satu) bungkusan plastik bening dilapisi lakban berwarna cokelat berisi kristal bening diduga sebagai sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan berat 324 (tiga ratus dua puluh empat) gram bruto yang disembunyikan pada bagian selangkangan di dalam korset celana yang sedang digunakan.

2 

Penumpang tersebut tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan pesawat Qatar Airways dengan kode penerbangan QR960 rute Doha – Denpasar sekitar pukul 23.00 WITA. Terhadap penumpang tersebut dilakukan pemeriksaan barang bawaan. Dari hasil pemeriksaan, petugas melakukan pemeriksaan mendalam berupa pemeriksaan badan di dalam ruang pemeriksaan. Pada saat dilakukan pemeriksaan badan kedapatan narkotika yang diduga sediaan methaphetamine dengan berat total 1,154 kilogram bruto yang disembunyikan di dalam korset yang sedang dikenakan.

Pemeriksaan badan dilakukan oleh petugas Bea dan Cukai didasarkan pada wewenang Bea dan Cukai yang diatur di undang-undang No. 17 Tahun 2006 Pasal 92 ayat 1 sebagai upaya pencegahan penyelundupan narkotika yang salah satu modusnya disembunyikan di badan.

3 

Atas perbuatannya, penumpang tersebut diduga melanggar pasal 102 huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah). Selain itu juga diduga melanggar pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada pasal 113 ayat 1 ditambah 1/3 (sepertiga). Tersangka berikut barang bukti kemudian diserahterimakan kepada pihak Polda guna proses penyidikan lebih lanjut.