Badung, 19 April 2017 – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai pada hari Rabu tanggal 19 April 2017 mengadakan kegiatan pemusnahan 468 (Empat ratus enam puluh delapan) pcs Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN) di halaman kantor KPPBC TMP Ngurah Rai dengan taksiran nilai sebesar Rp 293.500.000 (Dua ratus sembilan puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah).

2

3 

Barang-barang tersebut berasal dari barang yang ditegah oleh Pegawai Bea Cukai atas barang bawaan penumpang dan barang kiriman yang merupakan barang yang dilarang maupun dibatasi untuk diimpor sebanyak 321 pcs, serta barang impor melalui kargo yang tidak diurus oleh importir/pemilik barang melebihi jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebanyak 147 pcs. Barang yang dimusnahkan antara lain: alat kesehatan (16 pcs), peralatan elektronik (37 pcs), produk garmen dan aksesoris (134 pcs), kosmetik (32 pcs), obat-obatan dan suplemen (60 pcs), produk cetakan/majalah dan sejenisnya (36 pcs), produk dari hewan berupa tanduk, kulit, dan lain-lain (7 pcs), produk olahan pertanian perkebunan dan perikanan (22 pcs), senjata (6 pcs), alat bantu sex/sex toys dan barang-barang mangandung konten pornografi (28 pcs), sparepart (44 pcs), serta Barang Kena Cukai berupa Etil Alkohol, Minuman Mengandung Etil Alkohol, serta Produk Hasil Tembakau (37 pcs).

4

5

6 

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, dipecah, dipotong, serta ditimbun. Kegiatan pemusnahan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.04/2011 tentang Penyelesaian Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara, dan Barang yang Menjadi Milik Negara Pasal 18 huruf (c) “Barang yang Manjadi Milik Negara (BMN) dapat diusulkan untuk dimusnahkan dalam hal BMN tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan tidak dapat dihibahkan.”
 
7
8
9