Frequency Ask Question

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan pengguna jasa. Apabila ada pertanyaan lain yang tidak terdapat dalam list ini, silahkan mengirimkan pertanyaan melalui online support kami, atau email ke: info@kppbcngurahrai.beacukai.go.id

  1. Q:  Apakah yang dimaksud dengan impor?

A:  Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean.

  1. Q:  Apa persyaratan untuk dapat melakukan impor?

A:  Secara umum, sebelum melakukan kegiatan impor setiap importir harus memiliki Angka Pengenal Impor (API) dan melakukan registrasi pabean untuk mendapatkan Nomor Induk Kepabeanan (NIK). Impor tanpa NIK dapat dilakukan untuk satu kali impor setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor.

  1. Q: Bagaimana cara untuk memperoleh NIK?

A: Untuk memperoleh NIK importir melakukan registrasi melalui web site DJBC, yaitu www.beacukai.go.id  dengan mengisi formulir yang tersedia di menu Registrasi Importir. 

  1. Q: Apakah yang dimaksud dengan impor barang penumpang?

A: Impor yang dilakukan oleh orang yang melintasi perbatasan wilayah negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan awak sarana pengangkut dan bukan pelintas batas. Barang impor yang dibawa penumpang terdiri dari barang pribadi penumapang dan/atau barang dagangan.

  1. Q: Apa yang dimaksud dengan barang pribadi penumpang?

A: Barang Pribadi penumpang adalah semua barang yang dibawa penumpang, tetapi tidak termasuk barang dagangan. Barang dagangan yang dimaksud disini adalah barang yang menurut jenis, sifat dan jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi, diimpor untuk diperjual belikan, barang contoh, barang yang akan digunakan sebagai bahan baku atau penolong untuk industri, dan /atau barang yang akan digunakan untuk tujuan selain pemakaian pribadi.

  1. Q: Apakah impor barang pribadi penumpang dikenakan bea masuk?

A: Impor barang pribadi penumpang diberikan pembebasan bea masuk dengan nilai pabean paling banyak FOB USD 250.00 (dua ratus lima puluh US Dollar) per orang atau FOB USD 1,000.00 (seribu US Dollar) per keluarga setiap kedatangan. Atas kelebihannya dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

  1. Q: Apakah yang dimaksud dengan Perusahaan Jasa Titipan?

A: Perusahaan Jasa Titipan atau PJT adalah perusahaan yang menangani layanan kiriman secara ekspres atau peka waktu, memiliki ijin penyelenggaraan jasa titipan dari instansi terkait serta mendapatkan persetujuan untuk melaksanakan kegiatan kepabeanan dari Kepala Kantor, antara lain: DHL, TNT, Fedex.

  1. Q: Bagaimana cara memperoleh pembebasan bea masuk atas barang-barang yang ditujukan untuk disumbangkan kepada lembaga sosial?

A: Untuk mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk atas barang-barang impor yang akan disumbangkan untuk kepentingan sosial, importir mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan melalui Dirjen Bea dan Cukai sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan nomor Kep. 163/ KMK.04/2007.

  1. Q: Apakah yang dimaksud dengan barang kena cukai itu?

A: Barang Kena Cukai atau BKC adalah Barang yg mempunyai sifat & Karakteristik Tertentu (Etil Alkohol, Minuman Mengandung Etil Alkohol,Konsentrat Mengandung Etil Alkohol, dan Hasil Tembakau)  yang diatur oleh undang-undang dimana konsumsinya perlu di kendalikan, peredaran perlu diawasi dan pemakaiannya dpt menimbulkan dampak Negatif bagi masyarakat serta perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

  1. Q: Apakah yang dimaksud dengan NPPBKC?

A: NPPBKC atau Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai adalah ijin untuk menjalankan kegiatan sebagai pengusaha Pabrik,  pengusaha tempat penyimpanan, importir, penyalur dan pengusaha tempat penjualan eceran barang kena cukai.