Melakukan Pengiriman Barang Dari dan Ke Indonesia?

Perhatikan hal-hal berikut!

 

Apa itu barang kiriman? 

Barang Kiriman adalah barang yang dikirim oleh pengirim tertentu di luar negeri kepada penerima tertentu di dalam negeri melalui penyelengara pos.

 

Bagaimana barang dikirim dari atau ke dalam negeri? 

Pengiriman barang dari atau ke dalam negeri dilakukan dengan menggunakan jasa PJT. PJT merupakan Perusahaan Jasa Titipan yang memperoleh izin usaha jasa titipan dari instansi terkait serta memperoleh persetujuan untuk melaksanakan kegiatan kepabeanan dari kepala kantor pabean. Contoh PJT yang dapat digunakan adalah PT Pos Indonesia, DHL, TNT, dan lain-lain. 

 

Apakah semua barang dapat dikirim keluar atau masuk ke Indonesia?

Barang kiriman yang keluar-masuk Indonesia diatur dalam PERDIRJEN 02/BC/2017 dan PMK 182 tahun 2016 yang dapat diakses di sini. Namun pada dasarnya, barang yang dikirim baik keluar atau pun masuk ke Indonesia memiliki ketentuan yang didasarkan pada barang yang dikirim. Barang kiriman dapat juga dikenakan pajak atau Bea Masuk kesuluruhan dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Nilai barang kiriman tidak lebih dari USD 100 maka barang akan dikenakan Bebas Bea Masuk.
  • Nilai barang kiriman melebihi USD 100 tapi masih dibawah USD 1,500 maka akan diselesaikan dengan PIBK dan dikenakan Bea Masuk  yang didasarkan pada BTKI (Buku Tarif Kepabeanan) sesuai dengan HS Code barang yang dapat diperiksa di eservice.INSW.go.id.
  • Nilai barang yang melebihi USD 1,500 akan dikenakan prosedur impor umum dengan tarif pajak yang didasarkan pada BTKI sesuai dengan HS Code barang.

 **Pastikan bahwa barang kiriman tidak terkena LarTas (Larangan dan Pembatasan) yang dapat di check secara online di laman eservice.INSW.go.id .

 

Berikut detail Fasilitas dan Ketentuan Perpajakan : 

  • Barang Kiriman yang nilainya kurang dari FOB USD 100,- (Seratus dolar US) per orang per kiriman, dibebaskan dari kewajiban pembayaran Bea Masuk (BM) dan Pungutan Dalam Rangka Impor (PDRI), sedangkan jika lebih FOB USD 100,- (Seratus dolar US) dipungut BM dan PDRI secara keseluruhan;
  • Barang kiriman sampel/hadiah/gift diperlakukan ketentuan kepabeanan, yakni ditetapkan nilai pabeannya oleh Petugas Bea dan Cukai berdasarkan data harga pembanding, jika data harga pembanding sama dengan atau lebih rendah dari FOB USD 100,- maka terhadap barang kiriman sampel/hadiah/hibah tersebut tidak akan dikenakan BM dan PDRI, namun jika data harga pembanding lebih tinggi dari FOB USD 100,- maka terhadap barang kiriman sampel/hadiah/gift tersebut akan dikenakan BM dan PDRI;
  • Tarif BM mengacu kepada Buku Tarif Kepabeanan Indonesia  atau http://eservice.insw.go.id/.
  • Memiliki NPWP -> 10%; Tidak Memiliki NPWP -> 20%
  • Barang Kena Cukai (BKC) hanya diijinkan per-alamat penerima barang, paling banyak :
    • 40 batang sigaret; atau
    • 10 batang cerutu; atau
    • 40 gram hasil tembakau lainnya; dan
    • 350 ml minuman mengandung etil alkohol;
    • Terhadap kelebihannya akan dimusnahkan secara langsung.

 

Contoh Perhitungan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor atas Barang Kiriman 

Saudara A mendapat barang kiriman impor yang dikirim melalui sebuah PJT dengan harga barang sesuai invoice dan transfer payment sebesar USD 250, biaya pengangkutan udara sesuai Airwaybill (AWB) USD 100, Saudara A tidak memiliki API namun mempunyai NPWP.

Kurs pajak yang berlaku pada saat pembayaran:

  • USD 1 = Rp 13.000
  • Tarif BM = 7.5%
  • PPN 10%
  • PPh = 10%