Impor melalui Pos

Terhadap barang kiriman melalui PT. (PERSERO) POS INDONESIA diberikan pembebasan bea masuk dengan nilai pabean paling banyak FOB USD50.00 (lima puluh US Dollar) untuk setiap orang per kiriman.

Pejabat Bea dan Cukai menetapkan tarif dan nilai pabean serta menghitung bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang wajib dilunasi atas barang kiriman pos.

Pengeluaran barang kiriman melalui pos dilaksanakan setelah diajukan Pencacahan dan Pembeaan Kiriman Pos (PPKP).

Barang kiriman melalui pos yang telah ditetapkan tarif dan nilai pabeannya, diserahkan kepada penerima barang kiriman setelah bea masuk dan PDRI dilunasi.

Pengeluaran barang kiriman melalui pos yang terkena ketentuan pembatasan impor, dapat disetujui setelah semua persyaratan impornya dipenuhi.

Pengurusan impor barang melalui pos dilakukan di Kantor Pos Utama Denpasar, Jalan Puputan Niti Mandala Renon Denpasar.

Impor melalui PJT

Dasar Hukum

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, Dan Barang Kiriman; dan

Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-05/BC/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian Impor Barang Kiriman Melalui Perusahaan Jasa Titipan.

Pengertian

Perusahaan Jasa Titipan (PJT) adalah perusahaan yang memperoleh izin usaha jasa titipan dari instansi terkait serta memperoleh persetujuan untuk melaksanakan kegiatan kepabeanan dari Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan.

Barang Kiriman adalah Barang Kiriman adalah barang, tidak termasuk dokumen surat menyurat, yang dikirim oleh pengirim tertentu di luar negeri kepada penerima tertentu di dalam negeri melalui PJT, yang beratnya tidak melebihi 100 (seratus) kilogram netto untuk setiap House AwB atau House B/L.

Dokumen Pabean Yang Digunakan

Pengeluaran barang kiriman melalui PJT dilakukan dengan menyerahkan Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK).

Pembebasan Bea Masuk

Terhadap barang kiriman diberikan pembebasan bea masuk dengan nilai pabean paling banyak FOB USD50,00 (lima puluh US Dollar) untuk setiap orang per kiriman.

Ketentuan  Tentang Impor Melalui PTJ

Barang kiriman melalui PJT harus memenuhi ketentuan paling berat 100 (seratus) kilogram netto untuk setiap House Airway Bill (HawB), kecuali:

Barang kiriman untuk tujuan tempat penimbunan berikat; atau

Barang kiriman lainnya yang memperoleh izin Direktur Jenderal.

Barang impor yang dikirim melalui PJT diselesaikan dengan PIB dalam hal:

Berat melebihi 100 (seratus) kilogram netto untuk setiap House Airway Bill (HAwB) atau Bill of Lading (BL); atau

Mendapatkan fasilitas KITE, impor sementara, atau mendapat pembebasan bea masuk dan PDRI.

Pengeluaran barang kiriman melalui PJT yang terkena ketentuan pembatasan impor dapat disetujui setelah semua persyaratan impornya telah terpenuhi.