Quicklink:

Dasar Hukum

Dokumen Pabean yang Digunakan

Penyampaian PEB Ke Kantor Pabean Pemuatan

Tidak Diwajibkan Menyampaikan PEB

Barang-Barang Ekspor Khusus

Ekspor Barang Kena Cukai

Pembayaran PNBP

Penetapan dan Pengenaan Tarif Bea Keluar

Penghitungan Bea Keluar

Penelitian Dokumen PEB pada SKP dengan Media Penyimpan Data Elektronik

Pemeriksaan Fisik terhadap Barang Ekspor

Pemuatan Barang Ekspor

Pembetulan PEB

Pembatalan Ekspor

Dasar Hukum

  • Peraturan Menteri Keuangan Republik Nomor 145/PMK.04/2007 Tentang Ketentuan Kepabeanan Di Bidang Ekspor
  • Peraturan Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor

Dokumen Pabean yang Digunakan

  • Eksportir wajib memberitahukan barang yang akan diekspor ke kantor pabean pemuatan dengan menggunakan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang atau        BC 3.0)
  • Pengurusan PEB dapat dilakukan sendiri oleh Eksportir atau dikuasakan kepada PPJK.
  • PEB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak wajib atas ekspor:
  • barang pribadi penumpang;
  • barang awak sarana pengangkut;
  • barang pelintas batas;
  • barang kiriman melalui PT. Pos Indonesia dengan berat tidak melebihi 100  (seratus) kilogram.
  • Bentuk dokumen dan tata cara pengisian PEB dapat dilihat mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Nomor P-41/BC/2008 tentang Pemberitahuan Pabean Ekspor.

Penyampaian PEB Ke Kantor  Pabean  Pemuatan

  • Penyampaian PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang atau BC 3.0) dapat melalui:
  1. Data elektronik atau tulisan diatas formulir (PEB Manual)
  2. PDE (Pertukaran Data Elektronik)
  3. Media penyimpan data elektronik
  • Penyampaian PEB ini diilakukan:
  1. paling cepat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal perkiraan ekspor dan paling lambat sebelum dimasukkan ke kawasan pabean;
  2. sebelum keberangkatan sarana pengangkut – (untuk PEB atas barang curah yang dimuat ke sarana pengangkut)
  3. secara periodik paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah pemeriksaan jumlah pengiriman pada alat ukur yang ditetapkan – (PEB atas barang curah yang dimuat ke sarana pengangkut)

Tidak Diwajibkan Menyampaikan PEB  

PEB tidak diwajibkan untuk ekspor barang-barang berikut:

  • barang pribadi penumpang
  • barang awak sarana pengangkut
  • barang pelintas batas
  • barang kiriman melalui PT. Pos Indonesia dengan berat tidak melebihi 100 (seratus) kilogram.

Barang-Barang Ekspor Khusus

  • Barang Kiriman
  • Barang Pindahan
  • Barang Perwakilan Negara Asing Atau Badan Internasional
  • Barang Untuk Keperluan Ibadah Untuk Umum, Sosial, Pendidikan, Kebudayaan, Atau Olahraga
  • Barang Cinderamata
  • Barang Contoh
  • Barang Keperluan Penelitian

Untuk kantor yang sudah Menggunakan PDE, dapat  disampaikan  oleh  eksportir  dengan  menggunakan  tulisan  diatas  formulir, kecuali barang kiriman.

Ekspor Barang Kena Cukai

Untuk Barang Kena Cukai yang belum dilunasi cukainya Eksportir Wajib mencantumkan nomor dan tanggal dokumen pelindung Pengangkutan dari pabrik atau tempat penyimpanan ke pelabuhan pemuatan (CK-8)  pada PEB.

 

Penetapan dan Pengenaan Tarif

Barang ekspor yang dikenakan Bea Keluar berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.011/2010 meliputi:

  • Rotan
  • Kulit
  • Kayu
  • CPO
  • Biji Kakao

Bea Keluar wajib dibayar selambat-lambatnya:

  • Pada saat penyampaian PEB; atau
  • Enam puluh hari sejak tanggal keberangkatan kapal untuk barang ekspor yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai barang ekspor dengan karakteristik tertentu.

Penghitungan Bea Keluar

  • Dalam hal tariff Bea Keluar ditetapkan berdasarkan persentase dari harga ekspor (advalorum), Bea Keluar dihitung sesuai rumus berikut:

Tarif Bea Keluar x Jumlah Satuan Barang x Harga Ekspor per Satuan Barang x Nilai Tukar Mata Uang

  • Dalam hal tariff Bea Keluar ditetapkan secara spesifik, Bea Keluar dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut:

Tarif Bea Keluar per Satuan Barang Dalam Satuan Mata Uang Tertentu x Jumlah Satuan Barang x Nilai Tukar Mata Uang

Harga ekspor ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan sesuai HPE yang ditetapkan secara periodik oleh Menteri yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang perdagangan.

 

Harga ekspor dapat didownload di www.beacukai.go.id

 

Penelitian Dokumen PEB pada SKP dengan Media Penyimpan Data Elektronik



Pemeriksaan Fisik terhadap Barang Ekspor


  • Kawasan pabean pelabuhan muat
  • Gudang eksportir (Dilakukan pengawasan stuffing dan penyegelan)
  • Tempat lain yang digunakan eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan kepala kantor (Dilakukan pengawasan stuffing dan penyegelan).

Pemuatan Barang Ekspor



Dokumen pemuatan barang ekspor yang dibutuhkan Eksportir untuk memuat barang ke Sarana Pengangkut:

  • NPE (Nota Pemberitahuan Ekspor)
  • PKBE (Pemberitahuan Konsolidasi Barang Ekspor)
  • Permohonan Pemuatan Barang Ekspor Curah

Pembetulan PEB


Pembatalan Ekspor

  • Pembatalan wajib dilaporkan oleh Eksportir  secara tertulis kepada Pejabat Pemeriksa Dokumen Ekspor Paling lama 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak keberangkatan sarana pengangkut yang tercantum dalam PEB.
  • Apabila atas pembatalan ekspor tersebut Eksportir tidak melaporkan atau terlambat melaporkan, maka akan dikenai sanksi administrasi berupa denda.
  • Atas pembatalan ekspor tidak dilakukan pemeriksaan fisik kecuali telah diterbitkan Nota Hasil Intelijen oleh Unit Pengawas Bea dan Cukai.

Permohonan Pembatalan PEB

  1. Eksportir menyampaikan PEB baru
  2. Untuk barang ekspor dikenai Bea Keluar, eksportir wajib mengajukan pembatalan PEB terhadap:
    1. Barang ekspor yang belum dimasukkan ke kawasan pabean paling lambat sampai dengan tanggal perkiraan ekspor
    2. Pengajuan pembetulan tanggal perkiraan ekspor melewati 30 hari sejak pendaftaran PEB, dalam hal telah dimasukkan ke kawasan pabean
    3. Pembetulan tanggal perkiraan ekspor yang baru melampaui tanggal perkiraan ekspor yang dibetulkan, dalam hal barang ekspor ditimbun atau dimuat ditempat lain diluar kawasan pabean