Sekapur Sirih

Tuntutan dunia usaha agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberikan pelayanan yang cepat, simple, dan transparan mendorong DJBC untuk melakukan berbagai upaya yang signifikan dan menempuh langkah-langkah strategis. Dimulai sejak tahun 2002, reformasi birokrasi mendefinisikan peranan atau fungsi penting DJBC dalam dunia perekonomian khususnya dalam perdagangan internasional, yaitu sebagai trade facilitator, industrial assistance, revenue collector, dan peranan yang tidak kalah pentingnya yaitu sebagai community protector. Peranan tersebut semakin dioptimalkan dengan dibentuknya kantor-kantor modern, yaitu Kantor Pelayanan Utama  dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya.

Bahwa dalam rangka mengoptimalkan fungsi DJBC tersebut, pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai, efektivitas, dan citra organisasi guna mewujudkan good governance, maka DJBC perlu melakukan transformasi/penerapan terhadap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai (semula bertipe A2), merupakan kantor kedua puluh yang diresmikan menjadi kantor modern di lingkungan Direktorat  Jenderal Bea dan Cukai. 

Perubahan-perubahan mendasar yang dilakukan antara lain dalam :

  1. Penataan struktur organisasi: dibentuk tambahan unit pengendalian internal yang berfungsi untuk melakukan pengawasan, penilaian, evaluasi kinerja, serta penegakan kode etik dan integritas serta unit penyuluhan dan layanan informasi yang bertugas meningkatkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa;
  2. Pengoptimalan fungsi manajemen sumber daya manusia : peranan asset utama perusahaan yaitu sumber daya manusia semakin dioptimalkan melalui kegiatan training dan retraining, penempatan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, serta penerapan system reward and punishment yang jelas;
  3. Penyusunan sitem dan prosedur yang semakin sederhana, cepat, dan murah serta transparan melalui penerapan SOP serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi;
  4. Penerapan tata nilai unggulan sebagai perilaku dasar pegawai antara lain pegawai diharapkan bersikap proaktif, bersikap profesional, serta memberikan layanan prima dengan menekankan pada aspek efisien, pasti, dan transparan;
  5. Kepemimpinan para pejabat merupakan kunci keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran jangka pendek maupun jangka panjang.

Dengan perubahan tipe kantor ini, diharapkan dapat dilakukan perbaikan secara sistemik di bidang kepabeanan dan cukai. KPPBC Tipe Madya Pabean diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat, efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.

Penetapan tipologi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai menjadi KPPBC Tipe Madya Pabean dilakukan sesuai Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: KEP-56/BC/2010 tanggal 26 Agustus 2010.