Pengawasan Pelayanan Impor

Dalam kegiatan impor, KPPBC Ngurah Rai yang dalam hal ini berperan sebagai government agent, bertugas memfasilitasi perdagangan internasional, khususnya pengawasan terhadap masuknya barang ke daerah pabean Indonesia, termasuk pengawasan terhadap barang-barang bawaan penumpang di terminal kedatangan internasional.

Sebagai kegiatan utama di bidang kepabeanan, KPPBC Ngurah Rai mengawasi kurang lebih 40 penerbangan rute internasional dan 10.000 penumpang dari berbagai negara setiap harinya. Maka, kompetensi petugas di bidang pengawasan dan pelayan merupakan modal utama yang amat dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari disamping penguasaan bahasa asing, serta sikap empati dan keramahan petugas.

Kegiatan utama yang dilakukan petugas Bea dan Cukai di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai, antara lain:

  • Memungut bea masuk dan pajak-pajak dalam rangka impor atas barang bawaan penumpang yang nilainya melebihi batas pembebasan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  • Melakukan pengawasan terhadap importasi barang-barang larangan dan pembatasan (lartas) yang dibawa masuk ke Indonesia bersama penumpang, seperti misalnya: impor tumbuhan, hewan, serta produk-produk yang terbuat darinya, obat-obatan, senjata api, narkotika, serta barang-barang psikotropika;
  • Melakukan pengawasan terhadap impor barang kena cukai yang dibawa penumpang dalam jumlah melebihi dari yang diizinkan dalam perundang-undangan Cukai, antara lain: rokok, cerutu, tembakau iris, produk hasil tembakau lainnya, dan minuman beralkohol (MMEA);
  • Melakukan pengawasaan terhadap pembawaan mata uang Rupiah maupun mata uang asing dalam jumlah yang melebihi batas yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan terkait.

Dalam pengawasan dan perdagangan impor yang dilakukan melalui kargo internasional, peranan KPPBC Ngurah Rai kurang lebih sama dengan pengawasan terhadap impor barang penumpang. Mitra kerja KPPBC Ngurah Rai dalam kegiatan ini, antara lain:

  1. Perusahaan/agen penerbangan ataupun perusahaan ground-handling, antara lain: PT JAS dan PT. Gapura Angkasa
  2. Perusahaan pengelola Tempat Penimbunan Sementara (TPS), antara lain PT. Multi Lintas Cemerlang (PT. MLC), PT. Jasa Angkasa Semesta   (PT. JAS), dan PT. Birotika Semesta (DHL);
  3. Importir;
  4. PPJK;
  5. Pengusaha TPB.